Oh tidak, aku telah tersihir mata itu.
Oh tidak, aku telah tersihir senyum itu.
Oh tidak, aku telah tersihir cahaya itu.
Oh tidak, aku telah tersihir kebahagiaan disana.
Oh tidak, aku telah tersihir hati itu.
Oh tidak, aku telah tersihir wajah itu.
Oh tidak, aku telah tersihir perasaan itu.
Oh tidak, aku telah tersihir manusia itu.
Manusia yang kusebut-sebut namanya dihatiku.
Manusia yang kusebut-sebut namanya dalam diaryku.
Manusia yang kusebut-sebut namanya dalam hari-hariku.
Manusia yang kusebut-sebut namanya dalam mimpi-mimpiku.
Manusia yang kusebut-sebut namanya dalam angan-anganku.
Dia adalah lelaki.
Lelaki yang melemparkan senyum manisnya padaku.
Lelaki yang melemparkan perasaan itu padaku.
Lelaki yang melemparkan satu sihir padaku.
Pada satu senja itu.
Senja yang menjadi awal sebuah hari indahku.
Karna setelah senyum itu ada pada hatiku, aku tersihir.
Aku tak kuasa.
Aku tak mengerti.
Aku tak berkata.
Aku tak bisa berfikir.
Aku tak bisa mendengar.
Aku tak bisa mencium.
Aku hanya bisa merasakan kehangatan itu.
Pada satu senja itu.
Senja yang menjadi awal sebuah hari indahku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar