Sabtu, 14 Maret 2015

Aku tak meminta lebih darimu.
Aku tak meminta apapun darimu.
Aku tak meminta kamu cinta aku.
Aku tak meminta kamu sayang aku.
Aku tak meminta kamu rindu aku dan semua bullshit itu.
Aku tak meminta kamu punya perasaan yang sama sama aku.
Aku tak meminta kamu begini.
Aku tak meminta kamu begitu.
Aku tak meminta hartamu.
Aku tak meminta uangmu.
Aku tak meminta semua rumah,mobil,dan motormu.
Aku juga tak meminta wajah menawan mu.
Karna aku sayang kamu dari hati.
Aku hanya minta kamu diam.
Aku hanya minta biarkan aku sayang kamu.
Aku hanya minta kamu, terima kenyataan kalau aku tak bisa lupain kamu.
Aku hanya minta itu saja.
Cukup membuatku bahagia.
Thankyou sebelumnya.
Tapi tidak kini.
Kamu merusak segalanya.
Kamu merusak ketenangan hidupku.
Kamu merusak perasaan aku.
Kamu merusak kebahagiaan aku.
Kamu merusak manis itu.
Kamu merusak hati aku.
Kamu merusak senyum aku.
Senyum yang dilukis sendiri sama kamu,dulu.
Kamu merusak mimpi-mimpiku.
Kamu merusak anganku.
Kamu merusak semuanya.
Kamu hancurkan semua itu sekejap saja.
Semua yang aku mulai dari awal.
Semua yang aku mulai dari bawah.
Semua yang aku mulai dari sedih. Hingga menjadi bahagia.
Semua yang aku mulai dari putih, abu-abu, lalu hitam olehmu.
Semua yang aku mulai baik-baik, hingga akhirnya kamu nodai.
Semua itu.
Kamu sendiri yang mewarnai hidupku, lalu kamu sendiri yang mencoretnya dengan warna hitam.
Kamu sendiri yang membentuk hidupku layaknya tanah liat, lalu kamu injak kuat-kuat hingga rusak.
Kamu sendiri yang menyirami hidupku hingga berbunga, lalu kamu potong begitu saja bunga itu.
Kamu sendiri yang menaruh kebahagiaan di hidupku, lalu tiba-tiba kamu copot paksa kebahagiaan itu.
Kamu sendiri yang melukis senyum paling indah di bibir aku, hingga akhirnya kamu siram dengan racun.
Terasa pahit bibir aku, bercampur dengan luluhnya mataku.
Aku kecewa.
Aku sakit.
Aku marah.
Aku tak percaya.
Aku putus asa.
Aku pasrah.
Aku bisa apa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar