Aku kenapa?
Aku sakit?
Aku pusing?
Aku demam?
Aku batuk?
Aku pilek?
Aku panas?
Aku migrain?
Kenapa aku begini?
Kenapa aku berbeda?
Kenapa aku merasa aneh?
Kenapa aku bingung?
Kenapa aku menyesal?
Kenapa aku seperti memikirkan sesuatu?
Kenapa aku seperti terkejut?
Kenapa aku seperti terkena serangan jantung?
Kenapa aku seperti tersambar petir?
Kenapa aku seperti tertabrak kereta?
Kenapa aku rasa bagian dari tubuhku hilang?
Setelah ku lihat sesuatu itu, lalu ku pergi meninggalkannya.
Setelah ku lihat senyum itu, lalu ku berpaling.
Setelah ku lihat senyum itu, lalu sengaja menghindar.
Senyum itu rupanya, yang telah membuatku terpaku.
Senyum itu rupanya, yang telah membuatku menyesal.
Senyum itu rupanya, yang telah membuat jantungku seperti tertabrak sesuatu.
Senyum itu rupanya, yang telah membuatku pusing.
Senyum itu rupanya, yang telah aku sia-siakan.
ILOVEYOU
Minggu, 15 Maret 2015
Sabtu, 14 Maret 2015
Oh tidak, aku telah tersihir mata itu.
Oh tidak, aku telah tersihir senyum itu.
Oh tidak, aku telah tersihir cahaya itu.
Oh tidak, aku telah tersihir kebahagiaan disana.
Oh tidak, aku telah tersihir hati itu.
Oh tidak, aku telah tersihir wajah itu.
Oh tidak, aku telah tersihir perasaan itu.
Oh tidak, aku telah tersihir manusia itu.
Manusia yang kusebut-sebut namanya dihatiku.
Manusia yang kusebut-sebut namanya dalam diaryku.
Manusia yang kusebut-sebut namanya dalam hari-hariku.
Manusia yang kusebut-sebut namanya dalam mimpi-mimpiku.
Manusia yang kusebut-sebut namanya dalam angan-anganku.
Dia adalah lelaki.
Lelaki yang melemparkan senyum manisnya padaku.
Lelaki yang melemparkan perasaan itu padaku.
Lelaki yang melemparkan satu sihir padaku.
Pada satu senja itu.
Senja yang menjadi awal sebuah hari indahku.
Karna setelah senyum itu ada pada hatiku, aku tersihir.
Aku tak kuasa.
Aku tak mengerti.
Aku tak berkata.
Aku tak bisa berfikir.
Aku tak bisa mendengar.
Aku tak bisa mencium.
Aku hanya bisa merasakan kehangatan itu.
Pada satu senja itu.
Senja yang menjadi awal sebuah hari indahku.
Oh tidak, aku telah tersihir senyum itu.
Oh tidak, aku telah tersihir cahaya itu.
Oh tidak, aku telah tersihir kebahagiaan disana.
Oh tidak, aku telah tersihir hati itu.
Oh tidak, aku telah tersihir wajah itu.
Oh tidak, aku telah tersihir perasaan itu.
Oh tidak, aku telah tersihir manusia itu.
Manusia yang kusebut-sebut namanya dihatiku.
Manusia yang kusebut-sebut namanya dalam diaryku.
Manusia yang kusebut-sebut namanya dalam hari-hariku.
Manusia yang kusebut-sebut namanya dalam mimpi-mimpiku.
Manusia yang kusebut-sebut namanya dalam angan-anganku.
Dia adalah lelaki.
Lelaki yang melemparkan senyum manisnya padaku.
Lelaki yang melemparkan perasaan itu padaku.
Lelaki yang melemparkan satu sihir padaku.
Pada satu senja itu.
Senja yang menjadi awal sebuah hari indahku.
Karna setelah senyum itu ada pada hatiku, aku tersihir.
Aku tak kuasa.
Aku tak mengerti.
Aku tak berkata.
Aku tak bisa berfikir.
Aku tak bisa mendengar.
Aku tak bisa mencium.
Aku hanya bisa merasakan kehangatan itu.
Pada satu senja itu.
Senja yang menjadi awal sebuah hari indahku.
Dunia ini bisu.
Dunia ini buta.
Dunia ini diam.
Dunia ini fana.
Tapi dunia ini tidak tuli.
Tapi dunia ini tidak bohong.
Dunia tau aku tersiksa.
Dunia tau aku dihina.
Dunia tau aku dikucilkan.
Dunia mendengar aku dicemooh.
Dunia mendengar aku dianaktirikan.
Siapa yang menganaktirikan aku?
Siapa yang menyiksa aku?
Siapa yang mencemooh aku?
Siapa yang menghinaku?
Siapa pula yang mengucilkanku?
Karena apa aku dianaktirikan?
Karena apa aku disiksa?
Karena apa aku dicemooh?
Karena apa aku dihina?
Karena apa aku dikucilkan?
Apa salahku?
Apa kurangku?
Apa burukku?
Apa kalian tidak tahu?
Semua tanaman di kamarku tumbuh subur?
Tuhan,aku masih suka wajah itu.
Aku masih suka senyum itu.
Aku masih suka mata itu.
Tangan itu.
Rambut tu.
Hidung itu.
Alis itu.
Aku masih suka segalanya dari dia.
Aku belum bisa melepas rasa suka itu.
Aku masih terpaku di sana.
Sementara dunia terus berputar.
Aku masih seperti dulu.
Aku masih seorang gadis cupu.
Aku masih menyanyangi orang satu.
Aku masih merindukan mimpi-mimpiku.
Aku masih menantikan masa-masa itu.
Tuhan,andai aku boleh meminta satu.
Aku hanya ingin satu.
Aku ingin bertanya pada-Mu.
Apakah sebenarnya arti semua ini?
Apa dia memang cinta sejatiku?
Kalau begitu,aku akan tetap menantinya.
Tapi, apakah itu cinta sejati?
Aku tidak tahu.
Beritahu aku Tuhan.
Beri aku satu alasan kuat untukku tetap bertahan.
Aku putus asa.
Aku kecewa.
Aku marah.
Aku ingin menangis kuat-kuat.
Sampai air mata ini mengeras.
Sampai patah pita suara.
Sampai putus urat di leher,
Sampai hilang suara dari tenggorokku.
Sampai aku cacat.
Sampai aku buta.
Sampai aku bisu.
Sampai aku tuli.
Sampai aku mati.
Aku masih suka senyum itu.
Aku masih suka mata itu.
Tangan itu.
Rambut tu.
Hidung itu.
Alis itu.
Aku masih suka segalanya dari dia.
Aku belum bisa melepas rasa suka itu.
Aku masih terpaku di sana.
Sementara dunia terus berputar.
Aku masih seperti dulu.
Aku masih seorang gadis cupu.
Aku masih menyanyangi orang satu.
Aku masih merindukan mimpi-mimpiku.
Aku masih menantikan masa-masa itu.
Tuhan,andai aku boleh meminta satu.
Aku hanya ingin satu.
Aku ingin bertanya pada-Mu.
Apakah sebenarnya arti semua ini?
Apa dia memang cinta sejatiku?
Kalau begitu,aku akan tetap menantinya.
Tapi, apakah itu cinta sejati?
Aku tidak tahu.
Beritahu aku Tuhan.
Beri aku satu alasan kuat untukku tetap bertahan.
Aku putus asa.
Aku kecewa.
Aku marah.
Aku ingin menangis kuat-kuat.
Sampai air mata ini mengeras.
Sampai patah pita suara.
Sampai putus urat di leher,
Sampai hilang suara dari tenggorokku.
Sampai aku cacat.
Sampai aku buta.
Sampai aku bisu.
Sampai aku tuli.
Sampai aku mati.
Aku tak meminta lebih darimu.
Aku tak meminta apapun darimu.
Aku tak meminta kamu cinta aku.
Aku tak meminta kamu sayang aku.
Aku tak meminta kamu rindu aku dan semua bullshit itu.
Aku tak meminta kamu punya perasaan yang sama sama aku.
Aku tak meminta kamu begini.
Aku tak meminta kamu begitu.
Aku tak meminta hartamu.
Aku tak meminta uangmu.
Aku tak meminta semua rumah,mobil,dan motormu.
Aku juga tak meminta wajah menawan mu.
Karna aku sayang kamu dari hati.
Aku hanya minta kamu diam.
Aku hanya minta biarkan aku sayang kamu.
Aku hanya minta kamu, terima kenyataan kalau aku tak bisa lupain kamu.
Aku hanya minta itu saja.
Cukup membuatku bahagia.
Thankyou sebelumnya.
Tapi tidak kini.
Kamu merusak segalanya.
Kamu merusak ketenangan hidupku.
Kamu merusak perasaan aku.
Kamu merusak kebahagiaan aku.
Kamu merusak manis itu.
Kamu merusak hati aku.
Kamu merusak senyum aku.
Senyum yang dilukis sendiri sama kamu,dulu.
Kamu merusak mimpi-mimpiku.
Kamu merusak anganku.
Kamu merusak semuanya.
Kamu hancurkan semua itu sekejap saja.
Semua yang aku mulai dari awal.
Semua yang aku mulai dari bawah.
Semua yang aku mulai dari sedih. Hingga menjadi bahagia.
Semua yang aku mulai dari putih, abu-abu, lalu hitam olehmu.
Semua yang aku mulai baik-baik, hingga akhirnya kamu nodai.
Semua itu.
Kamu sendiri yang mewarnai hidupku, lalu kamu sendiri yang mencoretnya dengan warna hitam.
Kamu sendiri yang membentuk hidupku layaknya tanah liat, lalu kamu injak kuat-kuat hingga rusak.
Kamu sendiri yang menyirami hidupku hingga berbunga, lalu kamu potong begitu saja bunga itu.
Kamu sendiri yang menaruh kebahagiaan di hidupku, lalu tiba-tiba kamu copot paksa kebahagiaan itu.
Kamu sendiri yang melukis senyum paling indah di bibir aku, hingga akhirnya kamu siram dengan racun.
Terasa pahit bibir aku, bercampur dengan luluhnya mataku.
Aku kecewa.
Aku sakit.
Aku marah.
Aku tak percaya.
Aku putus asa.
Aku pasrah.
Aku bisa apa.
Aku tak meminta apapun darimu.
Aku tak meminta kamu cinta aku.
Aku tak meminta kamu sayang aku.
Aku tak meminta kamu rindu aku dan semua bullshit itu.
Aku tak meminta kamu punya perasaan yang sama sama aku.
Aku tak meminta kamu begini.
Aku tak meminta kamu begitu.
Aku tak meminta hartamu.
Aku tak meminta uangmu.
Aku tak meminta semua rumah,mobil,dan motormu.
Aku juga tak meminta wajah menawan mu.
Karna aku sayang kamu dari hati.
Aku hanya minta kamu diam.
Aku hanya minta biarkan aku sayang kamu.
Aku hanya minta kamu, terima kenyataan kalau aku tak bisa lupain kamu.
Aku hanya minta itu saja.
Cukup membuatku bahagia.
Thankyou sebelumnya.
Tapi tidak kini.
Kamu merusak segalanya.
Kamu merusak ketenangan hidupku.
Kamu merusak perasaan aku.
Kamu merusak kebahagiaan aku.
Kamu merusak manis itu.
Kamu merusak hati aku.
Kamu merusak senyum aku.
Senyum yang dilukis sendiri sama kamu,dulu.
Kamu merusak mimpi-mimpiku.
Kamu merusak anganku.
Kamu merusak semuanya.
Kamu hancurkan semua itu sekejap saja.
Semua yang aku mulai dari awal.
Semua yang aku mulai dari bawah.
Semua yang aku mulai dari sedih. Hingga menjadi bahagia.
Semua yang aku mulai dari putih, abu-abu, lalu hitam olehmu.
Semua yang aku mulai baik-baik, hingga akhirnya kamu nodai.
Semua itu.
Kamu sendiri yang mewarnai hidupku, lalu kamu sendiri yang mencoretnya dengan warna hitam.
Kamu sendiri yang membentuk hidupku layaknya tanah liat, lalu kamu injak kuat-kuat hingga rusak.
Kamu sendiri yang menyirami hidupku hingga berbunga, lalu kamu potong begitu saja bunga itu.
Kamu sendiri yang menaruh kebahagiaan di hidupku, lalu tiba-tiba kamu copot paksa kebahagiaan itu.
Kamu sendiri yang melukis senyum paling indah di bibir aku, hingga akhirnya kamu siram dengan racun.
Terasa pahit bibir aku, bercampur dengan luluhnya mataku.
Aku kecewa.
Aku sakit.
Aku marah.
Aku tak percaya.
Aku putus asa.
Aku pasrah.
Aku bisa apa.
Jumat, 13 Maret 2015
Aku masih suka senyum itu, meski tak selamanya indah untukku.
Aku masih suka senyum itu, meski tak selamanya terlempar untukku.
Aku masih suka senyum itu, meski tak selamanya ku bahagia karna itu.
Aku masih suka senyum itu, meski tak selamanya lukaku terhapus olehnya.
Aku masih suka senyum itu, meski tak selamanya ku ikut tersenyum pula.
Aku masih suka senyum itu, meski tak selamanya dapat kulihat.
Aku masih suka senyum itu, meski ku tak bisa menyentuhnya.
Aku masih suka senyum itu, meski ku tak bisa melukisnya lagi.
Aku masih suka senyum itu, meski ku tak bisa meraihnya.
Aku masih suka senyum itu, meski ku tak tau untuk apa aku suka.
Aku masih suka senyum itu, meski ku tak tau untuk apa aku bahagia.
Aku masih suka senyum itu, meski ku tak tau untuk apa aku ikut tertawa juga.
Aku masih suka senyum itu,
Aku hanya ingin bertanya, buat apa sih aku hidup?
Aku hanya ingin bertanya, apa gunanya aku di sini?
Aku hanya ingin bertanya, sampai kapan aku di sini?
Aku hanya ingin bertanya, sampai kapan aku disiksa di sini?
Aku hanya ingin bertanya, sampai kapan aku dihantu perasaan ini?
Aku hanya ingin bertanya, apa aku terlalu hina?
Aku hanya ingin bertanya, mengapa aku begitu dilupakan?
Aku hanya ingin bertanya, apakah aku tidak berguna sama sekali?
Aku hanya ingin bertanya, kapan aku bisa lepas dari kekangan kesakitan ini?
Aku hanya ingin bertanya, apakah tak ada dunia lain yang bisa menerimaku?
Aku hanya ingin bertanya, mengapa aku disia-siakan?
pastefrom anaksekolah.over-blog.com
Langganan:
Komentar (Atom)